Friday, October 09, 2015

Safe

There are people who you know you are going to be okay with
People who you know you can count on
People who you do not have to worry
Not because they do not have trouble
But because they will tell you the truth
No matter what

I think ...
I still miss that simplicity
A life to call my own
To breath in certainty
To decide who I really am
And to be happy for simple things

Tuesday, October 06, 2015

Mantra

Aku
ingin
lupa

Writer's Block

Belakangan ini tiap kali membuka layar Word, pikiranku menjadi kosong. Kata-kata menolak untuk keluar meski ide tampak lalu lalang dalam kepala. Ketika aku paksa, kata-kata itu menolak untuk merasa nyaman. Menciptakan kalimat-kalimat yang terasa janggal dan tak enak untuk dibaca. Kadang orang tak mengerti kalau menulis merupakan proses kreatif. Berorientasi hasil tanpa peduli proses. Mungkin karena itu aku merasa nyaman di perguruan tinggi karena mereka mengerti atau bersama seniman karena mereka tahu ada hal-hal yang tidak bisa dipaksa.

Monday, October 05, 2015

Gilang

I pick my poison and it's you 
Nothing could kill me like you do...
(Rita Ora, Poison)

Tanpa sadar ia sudah memainkan lagu itu selama satu jam. Pertemuan itu tak seharusnya menjadi serius. Salah satu kegiatan acak yang ia lakukan untuk membunuh waktu di sela agenda kerjanya yang gila. Ia tak seharusnya memiliki perasaan sekuat ini. Tidak untuk seseorang yang hanya dikenalnya selama tak lebih dari satu jam. Kemala. Nama yang tak pernah ada di dalam hidupnya hingga kemarin. Namun kini segala hal kecil mengingatkannya pada perempuan itu. Hujan. Senja. Asa. Tak seharusnya pertemuan seartifisial speed dating membicarakan hal-hal nyata. Sekarang semuanya sudah terlambat. Ia tak bisa berhenti tersenyum. Dan berharap.

Five

It only takes five hours
to fall hard

Two weeks have passed

But the memories of you
refuse to fade away

Wednesday, September 30, 2015

Pengembara

Salah satu hal yang menyenangkan dalam mengembara adalah keterbukaan
Kau tak bisa yakin akan sesuatu karena semuanya baru
Kau akan dipaksa untuk melakukan segalanya dengan perlahan karena kau tak tahu rupa biasa
Kau akan menahan diri karena kau tak mau membuat orang lain tersinggung
Dan dalam ruang yang melambat itu, kau bisa menemukan dirimu yang lain
Kau dan cerita tentang lalumu yang berliku
atau cintamu pada buku

Friday, September 25, 2015

Lost Stars

"Lost Stars"
(performed by Adam Levine)

Please don't see
Just a boy caught up in dreams and fantasies
Please see me
Reaching out for someone I can't see

Take my hand, let's see where we wake up tomorrow
Best laid plans sometimes are just a one night stand
I'll be damned, Cupid's demanding back his arrow
So let's get drunk on our tears

And God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars trying to light up the dark?

Who are we?
Just a speck of dust within the galaxy?
Woe is me
If we're not careful turns into reality

But don't you dare let our best memories bring you sorrow
Yesterday I saw a lion kiss a deer
Turn the page, maybe we'll find a brand new ending
Where we're dancing in our tears

And God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars trying to light up the dark?

And I thought I saw you out there crying
And I thought I heard you call my name
And I thought I heard you out there crying
Just the same

And God, give us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and this lamb is on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars trying to light ... light up the dark?

And I thought I saw you out there crying
And I thought I heard you call my name
And I thought I heard you out there crying
But are we all lost stars trying to light up the dark?

Are we all lost stars trying to light up the dark?

Lima hari telah berlalu dan kau masih enggan beranjak dari benakku. Bertahan dalam sel-sel kelabu, menolak untuk mewujud lebih dari itu. Dan kau lihat, aku mulai meresapi lirik seperti yang kau lakukan dalam naskahmu. Seharusnya tak kubiarkan kau mewujud dalam kata-kata. Ingatan lebih menyerupai tiada daripada ketikan. 

Wednesday, September 23, 2015

Kemala

Kemala mengedarkan pandangan. Susunan tempat duduk di restoran itu telah diubah agar tiap meja memiliki dua kursi. Ia menarik napas dalam-dalam, tidak tahu apakah ia harus mulai gugup atau menyuruh persona korporasinya mengambil alih. Persona yang mampu mengantarkannya pada kontrak jutaan dollar. Rapuh atau tangguh, ia belum memutuskan.

"Malam, Miss. Silahkan menuliskan nama di sini." sapa seorang gadis muda usia pertengahan dua puluhan di meja pendaftaran sambil menyerahkan lembar tata cara speed dating kepada Kemala.
"Malam. Terimakasih," gumam Kemala.
"Silahkan duduk di sana sambil membaca tata caranya. Acara akan dimulai setengah jam lagi," ujar gadis itu.

Setidaknya ada waktu setengah jam untuk melarikan diri dari sini, pikir Kemala dalam hati. Namun segera ia tepis pikiran itu dan mulai membaca kertas yang diserahkan gadis itu. Acara itu dihadiri oleh 15 perempuan dan 15 pria. Tiap orang akan diberi kesempatan untuk berbincang selama 5 menit dengan satu orang. Kemudian orang tersebut akan diminta berpindah ke meja di sebelahnya. Setelah perkenalan singkat tersebut, masing-masing peserta akan diminta menandai 5 orang yang paling disukainya untuk perbincangan yang lebih panjang.

Ia telah membayar untuk ini, jadi ia tidak akan merasa bersalah untuk bersikap apa adanya. Tidak seperti tata cara konvensional. Di sisi lain, ia juga terlalu takut untuk membuka diri ditengah orang-orang asing ini.

"Baru pertama kali ikut?" tanya seorang pria menyapa Kemala.
"Eh iya. Terlihat jelas ya?" balas Kemala sambil tersipu karena membiarkan pertahanannya turun.
"Jangan khawatir. You'll be okay. The good thing of this event is that there is a small chance you'll meet them again. And that will give you freedom to be what you like."
"Pengalaman pribadi?"
"Tidak. Tapi itu yang saya harapkan bisa terjadi di event ini."
"So you're the organizer?"
"One of the founders. If you want to define me."
"Okay ..."
"Ouch, I thought I could calm you down. But apparently I freaked you out once you know that I am not one of the participants. Here is my name card. Just call me if you need anything. And you can always runaway during the break if you really hate it. It's bad for the business, but let say I am a romantic," ujar pria itu sambil mengedipkan sebelah mata.

Monday, September 21, 2015

Nol

'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.' (Alchemist - Coelho)

Mungkin kau adalah salah satu perwujudan semesta untuk menyapaku. Mengatakan aku akan baik-baik saja di ruang yang terkadang masih asing. Kau dan lalumu. Keindahan yang memiliki beragam rupa. Dan tentang identitas yang senantiasa dipertanyakan ulang. Pencarian untuk kembali. Menuju titik nol.

Tuesday, September 15, 2015

Banyu

Pagi itu Banyu mengirimkan pesan singkat kepada Kemala tentang obrolannya dengan Rana menjelang tidur kepada Kemala. Tentang janji Banyu untuk mengenalkan Kemala pada seseorang. Dalam satu dekade irisan kehidupan mereka, Banyu tahu mengenalkan Kemala pada seseorang tanpa aba-aba hanya akan berakhir dengan petaka. Ia menghargai Kemala bukan saja sebagai teman Rana tapi juga seseorang yang ia pedulikan. Ia mengajak Kemala untuk bertemu di cafe.

"Hai La," sapa Banyu sambil memeluk Kemala singkat.
"Mau pesan apa?"
"Biasa, salad ikan dan air mineral," jawab Kemala sambing nyengir.
"Ok, aku juga seperti biasa. Nasi oncom."

Sambil menunggu pesanan mereka datang, Kemala mendengarkan cerita Banyu tentang keinginan Rana.

"Kamu ingin aku bagaimana La? Meski aku sudah janji pada Rana, aku tidak akan melakukan apapun yang tidak akan membuatmu nyaman," ujar Banyu.
"Thanks, Banyu. I am sorry you have to be in the middle of this."

Kemala dan rasa groginya. Tiap kali Kemala merasa grogi atau ingin menghindar dari sesuatu, ia menggunakan bahasa Inggris sebagai pelarian. Bahasa itu seolah memberinya kekuatan untuk mengungkapkan pikirannya. Dalam salah satu percakapan mereka, Kemala bilang kalau bahasa itu bagian dari persona manusia. Ketika ia berbicara dalam bahasa Indonesia, ia mengikuti budaya bagaimana bahasa itu digunakan. Bagaimana ia akan lebih menerima apa yang diharapkan orangtuanya dan kerabatnya, tapi ketika ia menggunakan bahasa Inggris, ia seolah memasuki dunia berbeda, yang membolehkan ia menyukai dirinya sendiri.

Bagi Kemala, Indonesia itu rumit. Manusianya banyak yang terperangkap pada rasa bangga dan kebersamaan. Sedangkan ia lebih tertarik pada rasa bahagia. Bagaimana seseorang mengijinkan orang lain untuk masuk kedalam kehidupan mereka ketika diundang dan tidak melalui otoritas.

"No, I am the one who's sorry. To interfere your life like this."
"Jadi stok kamu siapa saja?" tanya Kemala.
"Ahaha, well, kamu mau orang korporat, NGO atau akademisi?" Senang karena Kemala sudah mendapatkan sense of humor-nya kembali.
"Aku ngga tahu, Banyu. Salah satu alasan mengapa aku selalu menolak diperkenalkan dengan seseorang adalah karena aku merasa ada kewajiban untuk menjadi baik. And I hate myself for that. For knowing what people expect from me, how I'll feel bad if I let them down and how I start to become nice and the other person will start to grow his expectation on me."
"It does not need to be that way, La. You can speak of your mind just like you did before. Or if you afraid with the social ties, you can try speed dating. Meet number of person in one dinner where the mechanism is basically to filter the one you like and dislike."
"It actually does not sound bad."
"Great, mission accomplished then."

Monday, September 14, 2015

Banyu

"Mas, aku khawatir dengan Kemala."
"Aduh Yang, kita kan sudah membahas ini berulang kali."
"Iya mas, aku tahu. Tapi tetap saja aku khawatir."
"Jadi kamu mau aku gimana?"
"Kenalkan Kemala pada seseorang."
"Oke, nanti mas coba pikirkan ya."
"Jangan cuma dipikirkan saja. Dicari ya mas," ucap Rana dengan wajah manis yang selalu ia keluarkan ketika menginginkan sesuatu.
"Iya, iya," balasku sambil mengacak-acak rambutnya. Gemas,

Tiap kali ia melakukan hal itu, aku tahu aku telah kalah dalam pertarungan. Pertanyaannya siapa yang harus aku kenalkan pada Kemala? Banyu telah mengenal Kemala selama 10 tahun. Sejak ia mulai pacaran dengan Rana. Dalam kurun waktu itu, ia telah beririsan dengan pria-pria pengagum Kemala dan juga Rangga. Ia menyukai Rangga sebagai teman. Seseorang dengan nilai-nilai yang ia kagumi. Karena itu ketika Kemala dan Rangga putus, ia juga merasa kehilangan. Rana tak pernah memintanya untuk memihak tapi ia tahu semuanya akan lebih mudah kalau ia turut mengambil jarak.

Kemala dan Rangga. Dua pribadi unik yang tak ditakdirkan bersama. Kini Rangga telah bersama Kinan, pribadi yang bertolak belakang dengan Kemala. Apakah itu berarti aku juga harus mencari seseorang dengan pribadi bertolak belakang dengan Rangga untuk Kemala?




A Letter to Papa

Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...