Wednesday, December 24, 2008

Titik Balik

Menggantung asa namun enggan melangkah. Ingin memeluk saat ini untuk selamanya. Meski tahu pudar akan merentangkan jarak, dan tahu waktu akan membuat ada menjadi tiada. Ketika persimpangan-persimpangan menciptakan cerita, mungkinkah ia kembali pada titik yang sama? Memadamkan bimbang dengan mendengarkan. Suara-suara yang kadang juga milik sunyi, pembicaraan dengan diri. Sublim.

Mengharap diri tahu yang pasti. Namun bukan itu arti dunia yang menawarkan banyak fana. Upaya yang menjadikan manusia mulia, karena ketika tergelincir ia mampu berusaha menjadi berbeda. Pun jalan kadang tertatih, mempertanyakan semua. Ia memiliki Sang Maha tempat bergantung semua. Asal percaya.

4 comments:

Anonymous said...

gila, makin lama makin bagus tulisannya :)

Cheshire cat said...

aaaaaaaa..... jadi malu :")

Anonymous said...

dari matematis
jadi puitis :D


dei

Cheshire cat said...

dan masih akan terus berubah dei

A Letter to Papa

Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...