Tuesday, November 24, 2009

Bicara Tentang Hati

... yang tak sepenuhnya lagi menapak bumi ...
melayang ke negeri setengah tenggelam
membawa angan jauh melayang
meninggalkan kenangan tak lekang

Monday, November 02, 2009

Memilih

Kadang berarti memantapkan hati dengan tak lagi berpaling pada yang lain. Namun adakalanya memilih adalah bagian dari perjalanan hidup yang mengantarkan seorang anak manusia pada pilihan-pilihan lainnya sehingga satu kesalahan akan membuat seorang kian dewasa. Bukan pilihan akhir yang menjadi bermakna, melainkan bagaimana suatu peristiwa bisa menjadi bekal untuk menjadi lebih baik.

Mungkin beda dengan komitmen. Aku telah memberikan kata-kataku dan sejak itu sebuah mantra telah membelenggu. Karena itu kata menjadi mahal.

Friday, October 23, 2009

Lama

Tak mengisi
Berpaling pada yang lain
Membiarkan ruang
Lengang

Thursday, July 30, 2009

Cinta

Akankah tindakan mengerucut pada satu titik? Kepingan-kepingan kecil yang dirasa tidak bermakna ketika disusun akan menyajikan suatu rupa yang tidak disangka. Hidup yang dijalani dengan langkah-langkah kecil tanpa rencana namun pada suatu ujung melahirkan pemaknaan. Dalam memilih pasangan hidup, bekerja, mewujudkan apa yang ada di benak, dengan keinginan yang kadang menyentak kadang jenuh.

Wednesday, July 15, 2009

Jika

Jika
Hidup menawarkan ingatan abadi,
akankah kau berkata ya?

Jika
Kau mampu membaca pikiran,
akankah kau memilih tahu?

Jika
Waktu memberimu kebebasan,
akankah kau berbalik arah?

Sunday, June 28, 2009

Melampaui Baik & Buruk!

Ekspresinya membuatku tak dapat menahan tawa
Seketika argumen runtuh
Lupa kenapa perdebatan bermula
Lupa apa yang berbeda

Sunday, June 21, 2009

Irisan!

Mungkinkah kau mengetahui sesuatu itu sepenuhnya benar ketika mengambil keputusan? Tak pernah ada kepastian, hingga akhirnya kau menjalani sesuatu dan mendapati ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencana, atau sebaliknya, berjalan jauh lebih baik daripada yang kau harapkan. Hal inilah yang sering aku temukan ketika kepingan hidupku beririsan dengan orang-orang baru. Ada hal-hal kecil yang juga menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Kesukaan-kesukaan yang sama, mimpi yang sama, irisan yang membuat kehidupan tak pernah sepi.

Senang dengan dunia yang tersenyum :)

Monday, June 01, 2009

Legenda Pribadi

Seorang teman mengingatkanku kembali pada frase itu. Kenangan yang terbingkai dalam suatu ruang dan waktu di masa lalu, mempertemukan beragam orang dengan kesamaan: pemimpi. Menantang realitas, mencoa mendobrak statistika tentang peluang. Sebagian berhasil, lainnya masih terus mencari, dan kadang mempertaruhkan semuanya tentang itu. Ah, betapa aku merindukan masa-masa itu... Tanpa tanggung jawab, dikelilingi dengan orang-orang yang menyukaimu hanya karena dirimu, keluarga tanpa ikatan darah.

Namun di balik dunia yang hanya menawarkan warna ceria tersebut kini mulai menyibak duka. Kehilangan, kesedihan, kegagalan, dan jarak. Bagaimana hal tersebut mampu meluluhlantakan semua yang pernah ada. Tapi ini kehidupan, di kala semuanya tampak suram, senantiasa ada sepercik sinar yang menjadi tanda bagi harapan. Sebuah celah yang menyiratkan lalu tak prnah sepenuhnya musnah. Segala kebersamaan itu tak pernah sia-sia. Di kala kau membutuhkan bantuan, akan ada orang-orang bisa diandalkan. Kadang bahkan permintaan itu seperti sebuah oase di tengah ladang gersang. Kala kau merasa dunia tak membutuhkanmu, sebuah harapan yang diletakkan ke atas pundakmu menjadi berkah. Kau berharga!

Aku pikir itulah kehidupan. Gelap bukanlah lawan dari cahaya, melainkan ketiadaan. Satu spektrum. Untuk dapat memahami kehidupan kau harus melewati semuanya...

Thursday, May 21, 2009

Abu-abu

Bosan jadi abu
Mencoba tak memihak tapi terjepit di tengah
Satu bahagia lainnya derita
Mendengarkan tapi jadi kacau sendirian

Bosan jadi abu
Mencoba damai namun apa boleh dikata
Dua insan telah memilih jalan berbeda
Apalagi yang bisa dilakukan?

Abu-abu...
berarti hangus menjadi abu?

Thursday, May 07, 2009

Rangga

Episode sebelumnya: Kemala memutuskan untuk meninggalkan keduanya. Bagi Kemala tak mungkin memilih cahaya tanpa kegelapan, karena kegelapan bukan lawan dari cahaya melainkan ketiadaan...

Untuk kali ini saja, ia ingin tak selalu mengikuti ingin tahunya. Bagaimana munkin ia hidup dengan mengetahui bahwa satu-satunya cara untuk membuktikan cintanya adalah dengan pergi? Kesadaran itu mengantarkannya pada ingatan beberapa waktu silam. Saat ia tertawa ketika ada yang mengisahkan cinta platonik. Cinta terlalu egois untuk berjarak. Nol atau satu. Memiliki atau lenyap. Tanpa kenangan ataupun hubungan yang harus dipertahankan. Namun kini ia memilih setengah. Mengawasi dari jauh, memastikan bahwa Kemala baik-baik saja tanpa wujud. Satu-satunya penebusan akan apa yang telah dilakukannya.

Sayang ini bukan fiksi. Penafian diri karena tak bahagia bersama. Ada kisah yang terus berjalan meski tak dituliskan. Kalau dulu ia berhasil sembuh dengan keyakinan akan memperoleh Kemala kembali, maka kini ia hidup untuk menyembuhkan candu yang bahkan nyaris membuatnya gila: Kemala.

Mungkinkah luka yang telah menganga lebar bisa disembuhkan? Ia berharap bisa. Andaikan ia bisa menebus semua tangis dan waktu yang hilang itu, ia akan melakukannya. Tapi hati tak mengenal perhitungan matematis bukan? Kau tak bisa berjanji akan menaklukan bumi dan berharap mendapatkan sebuah hati sebagai balasan. Ia berharap dapat mengulangi semuanya dari awal. Tanpa zat terkutuk. Tanpa pemberontakan. Hanya sebuah irisan yang mengantarkan Kemala yang usai dengan pencariannya dan Rangga yang telah menemukan semesta hidupnya. Kembali.

Saturday, May 02, 2009

Ketika Chaos Merindukan Order

Sebuah titik dalam sel abu-abu... Nyaman yang dirajut oleh keteraturan dan kini perlahan semuanya menderas ke titik tak disangka. Ia kehilangan pijakan. Bagaimana jika semuanya sama tapi tak lagi berasa sama? Hal-hal yang dulu terasa sempurna namun tak ada lagi dirinya dalam gambaran? Tersenyum bagaimana presentasi serius kemarin mengisahkan apa yang tengah ia alami sekarang ini: do not depend on its form rather function. Hatinya tak lagi di sana...


Mengharapkan orang lain mengerti berarti membiarkan ia larut dalam nyaman. Sesuatu yang mungkin akan menghancurkannya dalam waktu panjang. Bom waktu telah dijalankan dan tak ada jalan untuk kembali selain pergi.

Hanya ada dua pilihan: menjalani kondisi yang tidak menguntungkan ini dengan menggerutu sepanjang hari atau mencari segala hal menyenangkan yang membuat kuat. Pilihan kedua ternyata mengantarkannya pada jejaring padat di luar orang-orang yang berada di sampingnya selama ini. Orang-orang yang mendengarkan mimpi dan menyemangatinya untuk hal itu...

Tersesat? Salah tempat?

A Letter to Papa

Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...