Saturday, November 06, 2004

In Memory

Mungkin seandainya tak dapat lagi berguna. Sebuah sapa yang menjadi untuk selamanya. Pagi itu masih dapat kudapat salam darinya. Namun tak sampai 24 jam sesudahnya, beberapa sms kudapat. Telang berpulang seorang hamba... Glek, sungguh berita yang disangka-sangka. Kenapa beliau? Ah, pertanyaan yang tak seharusnya. Namun tetap menyisakan sebuah sesak di dada. Tanpa dapat kucegah kuingat nasihat-nasihatnya, termasuk buku yang beliau sarankan untuk kubaca. Hingga saat ini, buku itu satu-satunya terbitan GIP yang dapat kuterima. Ya Allah, mungkin Engkau tak sabar berjumpa hamba-Mu yang begitu mencintai-Mu, dan tak layak jika kesedihan menggenangi hatiku. Semoga semua kerabat menerima kepergiannya dengan tabah, pada hari Jum'at sepertiga malam ganjil terakhir Ramadhan...

Sungguh kami ini lemah dihadapan-Mu...

No comments:

A Letter to Papa

Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...