Tuesday, March 26, 2013
Setapak
Dalam dunia yang mengalir kencang, aku merindukan jalan setapak. Dunia yang melambat karena detik dimaknai sedemikian rupa. Mungkin aku merindukan ritual. Jejak-jejak kecil, alih-alih sebuah lompatan besar. Dan mungkin sudah saatnya untuk sedikit lebih mandiri dan tidak hanya mengandalkan orang saja. Bukankah aku sudah memiliki Sang Maha Pencipta? Di sisi lain, senang rasanya memiliki orang yang peduli. Dunia jadi tidak terasa terlalu sepi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
A Letter to Papa
Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...
3 comments:
Waktu berjalan makin cepat
tanpa terasa, sudah hampir 10tahun
daku menjadi salah satu yg peduli, padamu :)
dengan selalu menyambangi "rumahmu" di sini
eh btw,
udah berapa hari ini, lagi gandrung dengan film "a walk to remember"
lagu nya "the only hope" dan filmnya lumayan romance ;)
setelah membaca kata-kata hampir 10 tahun, aku langsung merasa tua. dan kembali melihat catatan tahun-tahun awal. ternyata galau itu selalu ada :)
aku suka dengan lagunya meski tak terlalu suka dengan akhir ceritanya. kenapa tokoh wanitanya tak dibiarkan hidup saja
Post a Comment