Udah seminggu ini aku menggarap proyek idealisku: math project. Pemicunya lomba karya tulis yang dibuat oleh BI mengenai peran pendidikan untuk meningkatkan integritas nasional. Tema besar itu, aku kerucutkan ke bidang matematika. Alasannya sederhana, aku puyeng kalau membaca teori-teori pendidikan Dewey, dan Freire, yang meski umum, namun implementasi di lapangannya rumit, jadi aku milih khusus matematika aja. Pilihan ini sekalian menyalurkan kecintaanku pada filsafat. Dalam filsafat sendiri, ada kelompok-kelompok, nah, karena aku nulis tentang math, aku pilih pemikiran matematikawan aja. Lagian, rata-rata orang math punya karya yang relatif populer, dan semakin tinggi, biasanya mereka akan merambah pada hakekat math dan bagaimana menyampaikan math dengan cara yang sederhana.
Kalau dari referensi yang aku baca, pandangan ini dipengaruhi juga keindahan suatu persamaan. Karena math banyak berdiri diatas aksioma yang kebenarannya didasarkan pada kekonsistenan dan kesepakatan bersama, maka seni untuk menjadikan math tampak menarik bagi orang umum menjadi tantangan tersendiri. Kebayang ngga sih, orang ngotak-ngatik persamaan hingga menghabiskan waktu berjam-jam, hanya atas nama penasaran. Sama aja kaya orang punya hobi mobil, dia bakal ngabisin banyak uang dan waktu untuk ngurus mobil tersebut, jadi aku pikir kayanya sama aja.
Whuaa... ngomongin math, ngga ada abisnya, sekarang aja aku udah bikin 12 halaman, padahal batasnya cuma sampai 15, dan aku masih pengen cerita banyak hal. Paling ntar aku akal-akalin margin kiri dan kanannya.
O iya, mailku udah dibales ama dosen-dosen math-ku. Kesimpulan sementara tentang dosen-dosenku: idealis, moralis, dan baaaiiiiiik.
4 comments:
bagi dong bocoran esainya..pasti asik
Penasaran, apa hubungan matematika dengan integrasi (integritas?) nasional.
Hubungannya sama-sama ngomongin integritas kang, nanti kalau udah jadi yuti kirim file-nya, atau di taro di salman aja ya...
Artikel aku udah aku selamatkan dong, lihat deh :)
Post a Comment