Friday, July 20, 2007
Menua
Sore itu pertemuanku yang pertama dengannya. Baju hangat wool warna coklat, tas slempang, rambut memutih, dan mata yang kenyang dengan pengalaman. Ia bercerita cukup lama, tentang buku, kuliah, model, dan juga tentang hidup. Aku lebih banyak terdiam, sambil sesekali menanggapinya dengan canda. Meski hari itu cukup membuatku lelah, namun hari seolah dimulai kembali.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
A Letter to Papa
Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...
3 comments:
Wah menyentuh sekali teh, tapi itu puisi atau curahan hatinya?, salam kenal ya..
Curahan hati,senin lalu saya bertemu dengan salah satu dosen yang sudah pensiun. Berasa banget aura bijaknya :)
Salam kenal kembali
ternyata
menjadi tua tidak selalu buruk :)
aku juga paling suka ngobrol
dgn orang tua,
karena banyak hal kerumitan dalam
hidup, sebetulnya cuma kejadian berulang biasa, yang kalo kita mau denger
dari yang bijak, kerumitan itu bisa
kita jalani dgn lebih baik (apa coba?)
dei
---
Post a Comment