Sunday, January 08, 2012
Kemala
Ia memikirkan sebait kemungkinan itu. Kebersamaan tanpa nama. Tak perlu ada ikatan, hanya keberadaan satu sama lain. Dipertemukan ruang dan waktu. Mereka tak perlu terperangkap dengan nama-nama yang ada dalam drama, ia hanya perlu dia. Bukankah itu yang membuat ia bahagia? Ia tahu apa yang ia lakukan mungkin tidak benar. Tapi mereka bisa tetap menjaga hal itu bukan? Menjalankan semua yang mereka yakini tanpa mengorbankan kebersamaan mereka.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
A Letter to Papa
Dear Papa, It should be your 73rd birthday on the third of January. I could only send you Al-Fatihah and pray that Allah SWT always protect ...
1 comment:
Menebar kerinduan diladang ruang dan waktu diantara sunyi jiwa akan damba lembut mesra teramat menyakitkan, entah seberapa jauh hasrat bertahan, sementara tabir demi tabir mulai terurai dan kau sangat tahu artinya. Benarkah lampu panggung mulai menyala, kita buta skenario, sisi gelap jiwa sudah berdandan bersama iblis diantaranya.
Aku masih ditanah dengan wajah pucat sementara malaikat sibuk menyalakan dupa dan tak hirau waktu aku sapa.
Post a Comment